Puluhan mahasiswa dari Universitas Pasundan (Unpas) Bandung mendatangi Halaman Gedung Sate Bandung. Terselipkan beberapa di antaranya sejumlah wanita cantik. Kedatangan mereka sebagai bentuk dukungan terhadap KPK.
Selain orasi dan mengusung sejumlah poster bentuk dukungan terhadap lembaga anti korupsi tersebut, mahasiswa juga merangkul polisi. Di mana hal itu adalah bagian dari upaya menyimbolkan dua garda penegak hukum harus bisa berdamai.
Polisi yang hendak mengawal pun diajak mahasiswa untuk membentuk barikade melingkar. Namun tidak semua polisi ikut barikade. Perwakilan dari polisi ada yang berbaur dan menyampaikan rasa hormatnya bagi siapa saja yang mendukung upaya pemberantasan korupsi.
"Kami dukung upaya mahasiswa yang ingin KPK bisa damai dengan Polri," ujar anggota polisi melalui pengeras suara saat berbaur dengan mahasiswa.
Wan Fauziah (18) salah satu mahasiswa semester 1 Hukum Unpas menyatakan keprihatinannya atas apa yang terjadi terhadap dua lembaga ini. Dia mengaku tidak mau 'perang dingin' ini terus berlarut. Padahal KPK dan Polri adalah dua lembaga hebat.
"KPK merupakan lembaga negara yang dibentuk berdasarkan amanat reformasi," kata perempuan yang memiliki senyum manis ini di sela-sela aksi, Senin (8/10).
Sementara itu, kordinator lapangan mahasiswa, Rustan yang mengatasnamakan Aliansi Peduli KPK, menyatakan akan terus menjadi garda terdepan dalam upaya pemberantasan korupsi.
"Kami mengutuk, mengecam dan menolak secara tegas segala bentuk upaya tindakan yang melemahkan KPK," jelasnya.
Adapun dalam aksi damai yang berlangsung mereka menyampaikan tuntutannya. Di antaranya menolak revisi UU KPK, jauhkan kriminalisasi terhadap KPK demi pemberantasan korupsi, usut tuntas kasus korupsi besar.
Presiden SBY sebagai pimpinan negara diminta untuk turun tangan menangani kisruh penegak hukum. "Jika presiden tidak bisa menangani kasus ini, maka SBY hendaknya mengundurkan diri dari jabatannya," jelasnya.
Tak lama aksi berlangsung. Sekitar pukul 12.45 WIB, mahasiswa membubarkan diri yang diiringi lagu halo-halo Bandung.
Follow me @OnlineLagii

0 komentar:
Posting Komentar